Yeay! Hoki karena “bahasa”​

Dalam postingan ini saya ingin berdiskusi ringan sekaligus sharing sedikit mengenai pengalaman saya saat interview di salah satu perusahaan yang lumayan cukup ada nama di daerah Jakarta Selatan dan sangat bonafit. kepada para Bapak dan Ibu profesional yang ada @LinkedIn Sekali lagi saya ingin berdiskusi ya no offense ke pihak manapun.

Mohon izin untuk tag Bang Amri, Pak Bustamar Koto, Pak Wisudho Harsanto, Bu MILKA SANTOSO, Pak Glen Carolus Pattiradjawane, Pak Aviantara Budi Prasetyo, Bu Riffa Sancati, Pak Irwan Perwira, Pak Rudi Santoso, Pak Theodore Manurung, Pak Dr. Pratama Persadha, dan Pak Chelly Triwibowo yang semuanya saya hormati dan juga menjadi panutan saya.

☕ mari di seruput terlebih dahulu untuk kopinya…

Awal mula saat sedang di interview oleh pihak HR perusahaan tersebut setelah selesai mengisi form persyaratannya dan berbasa basi untuk memulai pembicaraan supaya gak tegang cuy, mulai lah bapak HRD yang membuka pembicaraan kurang lebih seperti ini :

HR : Please introduce yourself first,

Saya : ya standard lah mulai untuk memperkenalkan diri terlebih dahulu dengan menggunakan bahasa inggris yang pas2an mengenai pendidikan, expericence dll. karena maklum saya hanya mengerti dan bisa sedikit namun tidak fasih hehehe.

HR : mulai masuk menanyakan lagi mengenai jobdesk saya pada perusahaan saya yang sebelumnya dengan menggunakan bhs inggris.

Saya : Lanjut menjawab secara detail dan gamblang mengenai jobdesk saya pada perusahaan saya sebelumnya dengan bahasa indonesia.

HR : Si bapak HRD mulai mengerutkan dahinya dan menanyakan kembali menggunakan bahasa inggris mengenai “excess” dan “weakness” saya.

Saya : secara gamblang dan detail saya menjelaskan juga apa yang di tanyakan dan lagi2 saya menjelaskannya menggunakan bahasa Indonesia. hahahhahaa

Lalu sepertinya si bapak HRD mulai bingung ketika beliau menanyakan menggunakan Bahasa inggris saya selalu menjawabnya dengan Bahasa Indonesia.

HR : Ketika saya bertanya menggunakan Bahasa inggris kenapa anda selalu menjawab menggunakan Bahasa Indonesia ?

Saya : “senyum nyengir” sambil bertanya dan menjelaskan sedikit untuk apa Pak ? Pada awal saya sudah mengenalkan diri saya, pendidikan, dan pengalaman menggunakan Bahasa inggris dan menurut saya itu sudah cukup untuk sebagai formalitas perkenalan kita, karena jika saya akan di hire pada perusahaan ini pastinya untuk skill saya pada bidang IT kan pak, dengan membangun aplikasi yang diperlukan perusahaan ini, dan juga menjaga system perusahaan ini supaya tidak crash, dan collaps bukan untuk berbicara dengan bahasa inggris.

HR : Wah menarik !! (Bapak HR agak ngegas ini cuy) Baru kali ini saya bertemu dengan kandidat yang kritis seperti anda, Namun bagaimana anda bisa untuk berkomunikasi dengan GM disini, karena kebetulan GM disini seorang expatriate yang berasal dari Canada ?

Saya : Senyum ringan sedikit sambil saya menjawab “kenapa gak beliau yang belajar Bahasa Indonesia saja terlebih dahulu, kenapa harus kita yang untuk mengerti Bahasa beliau ? karena saya selalu mengingat apa kata pepatah Dimana Bumi dipijak Disitulah Langit di junjung.” Mungkin jika saya bekerja di negara yang memang mother langue nya menggunakan Bahasa Inggris saya pun akan mengikutinya menggunakan Bahasa itu. Sama seperti kata pepatah yang sebelumnya saya sampaikan. Namun jika di negara Indonesia sendiri untuk apa ? Seperti sumpah pemuda loh Pak “Kami Putra-Putri Indonesia Berbahasa Satu, Bahasa Indonesia”

Yang akhirnya si bapak HR pun mulai pecah dan tertawa hahahaha

HR : Saya salut dan bangga bertemu kandidat yang masih ada jiwa nasionalisme seperti anda ini.

Saya : lagi2 sambil nyengir kuda dan menyampaikan pendapat saya “Bener toh pak apa yang saya sampaikan ? kalau katanya kita tidak menggunakan bahasa inggris kita akan tertinggal dengan bangsa lainnya namun contohnya kenapa tidak dengan Jepang dan China ? Justru mereka jauh lebih maju dari pada kita. Karena kebetulan saya mempunyai rekan yang bekerja di Jepang dan China kalau diskusi dengan mereka pun katanya standar untuk bekerja di negara tersebut adalah harus bisa/faham dengan Bahasa mereka terlebih dahulu dinegerinya baru bisa bekerja disana bukan Bahasa Inggris. Bahkan untuk huruf romawi yang seperti kita gunakan pun disana jarang yang menggunakannya. Bahkan mesin pencari raksasa Google sekalipun di blokir loh di China dan mereka tetap bisa mandiri kok”

HR : *sambil manggut2* Siang ini menarik meng-interview calon candidate seperti anda, untuk dari saya cukup. Nanti jam 2 langsung lanjut dengan owner saja ya tidak perlu dengan GM, jika ada bahan yang akan di presentasikan silahkan untuk sebagai nilai tambah owner kepada anda. (hihihihi kasian GM nya di bypass)

Saya : Baik Pak terimakasih banyak telah di berikan kesempatan dan kebetulan saya sudah mempersiapkan yang akan saya presentasikan.

Setelah selesai dengan owner di perjalanan pulang Alhamdulilah owner suka dengan yang saya presentasikan dan si Pak HRD langsung mengirimkan email LOI untuk di ttd. Hehehehehe.

So, seperti pengalaman yang telah saya sampaikan apakah diwajibkan dan masih dijadikan sebagai tolak ukur untuk menghire seorang karyawan dengan standar harus menguasai Bahasa inggris dengan alasan untuk supaya kita dapat mengerti Bahasa yang di gunakan oleh expatriate si atasan ? Padahal dalam pekerjaan pun nantinya kita tidak berinteraksi kepada client orang luar “dibalik layar”.

Mohon masukannya untuk Bapak dan Ibu semuanya yang saya hormati.

☕ Monggo Kopinya diseruput lagi,

*gambar hanya sebagai pemanis LOI yg dikirim bapak HRD, dengan website perusahaannya yang sedikit saya intip dalemannya sebelum di handle oleh saya hihihihihii

belajar jadi ganteng #sert12 seperti Bang Amri. hehehee

https://www.linkedin.com/pulse/yeay-hoki-karena-bahasa-rangga-saputra/

Leave a Comment